Bagaimana JumpCloud Meminimalisir Risiko Kejahatan Siber Saat Kerja Hibrid - DalDigital

Bagaimana JumpCloud Meminimalisir Risiko Kejahatan Siber Saat Kerja Hibrid

Minggu, 13 Agustus 2023 - 22:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Daldigital JumpCloud hadir dengan menawarkan solusi untuk meminimalisir risiko kejahatan siber saat kerja hibrid. Bagaimana cara kerjanya?

Hybrid working atau kerja hibrid diprediksi menjadi tren yang akan diterapkan banyak perusahaan pascapandemi. Namun, penerapan sistem tersebut memiliki tantangan baru dan harus diantisipasi sebelum perusahaan menerapkannya. Apa saja tantangannya dan bagaimana solusinya?

Laporan Tren Pengalaman Karyawan Qualtrics 2022 menyebut organisasi di seluruh Asia Tenggara terus mempertimbangkan, mengadopsi, dan menyempurnakan model kerja hibrid. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa sepertiga pekerja (34%) akan mencari pekerjaan baru jika dipaksa untuk kembali ke kantor secara penuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini model kerja hibrid menjadi cara kerja yang paling disukai di wilayah tersebut. Pengaturan paling populer di kalangan karyawan adalah tiga hari bekerja dari jarak jauh dan dua hari bekerja di kantor.

Salah satu tantangan paling mendesak bagi organisasi dan perusahaan dalam peralihan ke model kerja hibrid adalah memprioritaskan kesejahteraan jangka panjang karyawan dan menetapkan pedoman yang jelas tentang cara kerja.

Meningkatkan pengalaman teknologi bagi karyawan dalam lingkungan kerja hibrid juga harus menjadi fokus strategis saat penerapan kerja hibrid.

Saat karyawan dapat bekerja dari rumah dan masuk ke kantor, mereka berharap ada transisi dan pengalaman yang lancar dalam bekerja maupun alat penunjangnya, misalnya semudah masuk ke browser Chrome di perangkat baru. Semuanya ada di sana, seperti kata sandi, aplikasi pendukung (dan plugin) siap, dan semua komunikasi, riwayat, dan preferensi disimpan.

READ MORE :  Solusi MediaTek untuk Menghadirkan Kecepatan Data 5G dan Efisiensi Daya

Sayangnya, banyak perusahaan berjuang untuk membuat hal-hal ini mulus. Rata-rata perusahaan menggunakan belasan aplikasi, banyak di antaranya tidak terintegrasi. Karyawan memerlukan banyak login dan kata sandi.

Izin bervariasi dari satu perangkat dan sistem ke yang berikutnya. Belum lagi adanya kebijakan ‘bring your own devices’ (BYOD) dan jaringan WiFi rumah dengan bandwidth yang bervariasi tentu membuat karyawan kesulitan saat bekerja hibrid.

Membuat pengalaman pengguna yang luar biasa bukanlah tugas satu kali dan selesai. Hal ini merupakan inisiatif berkelanjutan untuk memastikan semuanya berjalan lancar bagi pengguna, terlepas dari rute mana yang mereka ambil untuk melakukan pekerjaan mereka. Salah satu platform yang bisa digunakan untuk penerapan kerja hibrid adalah JumpCloud.

Mengapa JumpCloud?

Jumpcloud diklaim sebagai salah satu zero-trust directory platform yang dapat digunakan oleh suatu perusahaan dalam melakukan autentikasi, autorisasi, dan juga manajemen untuk para user, device, dan application di mana semuanya dapat dilakukan dalam satu platform untuk memudahkan kontrol dan pengawasan terhadap setiap aset digital yang dimiliki oleh suatu perusahaan.

Pengamat IT dan Product Owner Primary Guard, Razin Umran mengatakan dengan adanya JumpCloud, maka perusahaan dapat menerapkan kontrol pada aset digital mereka, sehingga setiap user yang ingin mengakses web aplikasi perlu melalui rangkaian proses autentikasi terlebih dahulu.

“Setelah itu JumpCloud juga dapat membandingkan privilege dari setiap user, sehingga nantinya user hanya dapat mengakses aset berdasarkan tingkatan mereka,” jelas Razin.

READ MORE :  BLUETTI Luncurkan Baterai Premium Jenis AC60 dan AC180 di Indonesia

Dengan menggunakan satu platform JumpCloud, tim IT perusahaan dapat merampingkan dan meningkatkan pengalaman user mereka serta pengalaman manajemen admin.

Hal ini berefek membuat pekerjaan menjadi lebih mudah, lebih aman, dan lebih memuaskan bagi semua yang terlibat.

Karena semua user dapat dikelola secara terpusat di JumpCloud, artinya akses mereka dikelola di tempat yang sama. Di mana pun pengguna berada, perangkat apa yang mereka gunakan, atau sumber daya apa yang mereka butuhkan aksesnya, tim IT perusahaan dapat melihat, menyediakan, dan mencabut akses kapan pun dibutuhkan, semuanya di JumpCloud.

“Dengan adanya JumpCloud, perusahaan dapat melakukan semuanya dalam satu platform saja tanpa harus ada biaya tambahan untuk solusi yang berbeda, di mana Directory Service, RADIUS, SSO Management, Password Management, dan Device Management, dan User Management dapat diimplementasikan oleh JumpCloud,” jelas Razin.

Serangan Siber Membayangi Kerja Hibrid?

Lebih lanjut Razin menjelaskan JumpCloud dapat membantu perusahaan dengan menerapkan policy management terhadap device yang sudah didaftarkan ke dalam platform. Hal ini dilakukan untuk menghadapi serangan siber yang menjadi tantangan dalam penerapan kerja hibrid.

“Tentunya hal ini dapat dilakukan dalam satu dashboard saja. Setiap device yang telah didaftarkan, JumpCloud dapat menerapkan policy sesuai dengan keperluan perusahaan,” ujar Razin.

Sebagai contoh, perusahaan dapat menerapkan Full Disk Encryption, Disable USB Mass Storage Devices, dan puluhan policy lainnya.

READ MORE :  Colorfire Meow, Laptop Gaming Bertema Kucing dari Colorful

Jika nantinya terdapat insiden seperti loss of devices, maka JumpCloud dapat melaksanakan fitur Erase Device di mana semua data yang ada di dalam device tersebut akan dihapus untuk menghindari kebocoran data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sebagai Official Partner JumpCloud di Indonesia, Malaysia, dan Filipina, Primary Guard dapat membantu perusahaan untuk menerapkan cloud directory service di lingkungan kerja dan juga membantu perusahaan dalam melakukan identifikasi permasalahan sampai memberikan solusi yangtepat untuk setiap use case dengan implementasi JumpCloud.

Berita Terkait

Hardisk Eksternal Ideal untuk Penyimpanan Data Besar
4 Hero Tank Paling Kuat di META Mobile Legends Juni 2024
Kelebihan POCO Pad, Tablet Baru dengan Xiaomi HyperOS dan Snapdragon 7s Gen 2
Update Baru WhatsApp, Tingkatkan Fitur Panggilan Semua Perangkat
7 Pro Player Valorant Asal Indonesia Meramaikan VCT Pacific Stage 2
Resmi Masuk Indonesia, Cek Harga Vivo X Fold3 Pro dan Vivo X100 Series
Redmi 13 Resmi Mulai Penjualan Offline, Cek Berapa Harganya
Asus Pamerkan Hardware PC Terbaru dan yang Akan Datang

Berita Terkait

Selasa, 18 Juni 2024 - 15:28

Hardisk Eksternal Ideal untuk Penyimpanan Data Besar

Selasa, 18 Juni 2024 - 12:24

4 Hero Tank Paling Kuat di META Mobile Legends Juni 2024

Senin, 17 Juni 2024 - 12:03

Kelebihan POCO Pad, Tablet Baru dengan Xiaomi HyperOS dan Snapdragon 7s Gen 2

Minggu, 16 Juni 2024 - 11:39

Update Baru WhatsApp, Tingkatkan Fitur Panggilan Semua Perangkat

Jumat, 14 Juni 2024 - 14:04

7 Pro Player Valorant Asal Indonesia Meramaikan VCT Pacific Stage 2

Kamis, 13 Juni 2024 - 12:40

Redmi 13 Resmi Mulai Penjualan Offline, Cek Berapa Harganya

Rabu, 12 Juni 2024 - 15:23

Asus Pamerkan Hardware PC Terbaru dan yang Akan Datang

Rabu, 12 Juni 2024 - 12:20

Game Kartu Pokemon Hadirkan Set Kolektor “Topeng Transfigurasi” hingga Tiktok Challenge Bersama JKT48

Berita Terbaru